Mengapa Kita Selalu Merasa Kurang Rezeki?

Mengapa Kita Selalu Merasa Kurang Rezeki?

Selamat datang kembali di BacaLagi.ID. BacaLagi.ID adalah media online Indonesia yang diluncurkan pada bulan Maret 2015. Kami berkomitmen menyajikan konten berkualitas yang bermanfaat, menginspirasi, sekaligus menghibur. Ulasan kami terdiri dari berbagai topik: gaya hidup, perjalanan, review hotel, hiburan, tempat wisata, kuliner, tips kesehatan, dan perawatan, inspirasi, dan motivasi.

Pada kesempatan ini kita akan mengulas artikel yang berjudul : Mengapa Kita Selalu Merasa Kurang Rezeki?.

Gak pernah merasa cukup.

  • Itulah sifat dasar kebanyakan manusia, selalu merasa kurang, merasa tak cukup, merasa rezekinya tak sepadan dengan usahanya. Apakah salah? Sebenarnya tidak juga. Bagus jika punya sikap gak gampang berpuas diri, kalo terkait dengan prestasi, tapi jika terkait dengan rezeki, itu bisa bikin stres lho..
  • Terima dikit kesal, kalo terima dikit banget...merana. Karena kita seneng kalo diberi banyak. Banyak rezeki bikin happy, bikin senang dan bikin hati melonjak. Sementara kalo kita ngukur pake kuantitas ukuran banyak itu sangat relatif. Karena ada keserakahan dalam diri setiap manusia. Udah punya tapi masih pengen yang lebih lagi, begitu terus menerus. Akhirnya gak pernah ngerasa cukup, selalu merasa kurang..


Kurang apa coba Allah sama kita?

  • Coba kita hitung dulu rezeki Allah yang satu ini.
    • Bisa melihat. Coba kalo mata kita diambil, dunia bakal terasa gelap suram dan gak bisa melihat warna warni dunia yang indah.
    • Bisa mendengar. Coba kalo pendengaran kita bermasalah, gak bisa dengar apa-apa. Dunia yang indah ini jadi terasa sunyi..
    • Bisa menyentuh. Kita bisa ngebedain mana yang panas, mana yang dingin, mana bahaya, mana yang nyaman.. agar bisa melindungi diri.
    • Bisa merasakan aneka rasa makanan. Bayangkan kalau indera pengecap kita diambil tak bisa merasakan apa-apa, nikmatnya makanan jadi hilang, semua terasa hambar bahkan mungkin pahit.
    • Bisa berjalan dan berdiri tegap. Bayangkan jika kita mesti berjalan seperti halnya hewan yang tertopang dengan 4 kaki, betapa gak nyamannya..
  • Kurang apa coba Allah sama kita, mengapa kita selalu merasa kurang? Apa sih yang sebenarnya kita cari? Tinggal di desa pengennya hidup di kota. Sesak dengan kehidupan kota pengen banget suasana desa. Saat panas pengennya hujan, biar adem. Saat hujan melulu pengennya panas, soalnya kelabu dan banjir dimana-mana. Saat sunyi pengennya rame, saat rame pengennya sendiri... Masih jomblo pengennya nikah, saat punya problem rumah tangga pengen jadi jomblo lagi.
  • Sesuatu keliatan asik dan enak kalo kita gak miliki. Sesuatu yang gak ada dan gak kita punya rasanya pengen banget.  Sibuk menginginkan rezeki yang gak kita punyai, yang bukan milik kita, yang gak ditakdirkan buat kita miliki, sementara yang jelas-jelas milik kita gak disyukurin bahkan cenderung diabaikan...

Apapun jadi nikmat jika disyukuri.

  • Percaya gak kalo daun mangga bisa nutupin dunia dan seluruh isinya? Gimana ceritanya selembar daun bisa nutupin dunia yang luas ini? Ya.. kalo daunnya jatuh ke atas mata, nyolokin mata kita dan lembarannya nutupin penglihatan kita..
  • Begitu juga dengan rezeki. Mata kita ditutupin oleh keinginan dan keserakahan sehingga gak nyadar kalo kita sebenarnya kaya. Kita kurang bersyukur dengan apa yang kita punya. Belum lagi kalo hati dipenuhi dengan kelicikan ingin meraih rezeki dengan cara yang salah, nyolong, korupsi padahal waktu kita tuh bentar banget... kita berlomba dengan ajal..
  • Hidup adalah waktu yang dipinjamkan Allah pada kita. Apakah kita ingin mengisi waktu itu dengan dosa dan kedurhakaan?
  • Hidup adalah kekayaan, berisi rezeki yang tak terbatas jika kita mensyukurinya.
  • Mengapa mesti pelit dan enggan berbagi jika semua yang kita miliki ini hanya pemberian? Panca indera, kehidupan, bahkan rezeki yang kita bangga-banggakan pun karena diberi Allah...
  • Kurang rezeki hati merasa lemah, padahal justru lewat kelemahan itu kita memperoleh kekuatan. Hanya karena diberi kekurangan lah kita bisa belajar menghargai saat kita diberi kelebihan. Hanya rasa kurang lah yang mengajari kita untuk sabar, rendah hati dan menerima ketentuan Allah.
  • Gak perlu takut rugi..karena jika kita mendekati Allah hanya untung yang akan kita dapatkan. Jika kita bersyukur maka tambahan rezekilah yang akan kita dapatkan.
  • Syukuri nikmat kehidupan, banyak orang di kuburan sana sudah berhenti merasakannya, kesempatan mereka sudah habis. Sementara kita masih punya kesempatan.
  • Kadang-kadang bahagia itu bukan karena banyaknya rezeki, berlimpahnya harta benda, tapi pada kemampuan menerima apa yang diberi, mensyukuri apa yang ada dan berprasangka baik pada Allah..
  • Mengapa kita harus selalu merasa kurang..??
Wallahu alam...
Untuk mendapat notifikasi setiap artikel terbaru, masukkan e-mail anda disini
Selanjutnya cek e-mail anda untuk verifikasi.

Silahkan tuliskan komentar relevan Anda dengan jelas dan sopan, sesuai dengan topik postingan tentang "" pada halaman dibawah ini.

0 Response to "Mengapa Kita Selalu Merasa Kurang Rezeki?"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel